
Updatsiger,- DPRD Kota Bandar Lampung mengingatkan risiko ‘krisis drainase’ setelah banjir kembali merendam sejumlah titik di Kota Tapis Berseri akibat hujan deras pada Jumat (6/3/2026) kemarin.
Ketua Fraksi PKS DPRD Bandar Lampung, Agus Widodo menilai penanganan banjir di Kota Tapis Berseri perlu diselesaikan secara sistematis untuk mencegah persoalan lebih besar di masa mendatang.
Kapasitas sistem drainase menjadi sorotan utama yang dinilai perlu dievaluasi total.
Menurutnya, pertumbuhan pemukiman yang pesat tanpa dibarengi resapan air yang cukup membuat beban saluran drainase semakin berat.
Alhasil penanganan banjir tidak boleh hanya bersifat reaktif, sehingga Fraksi PKS mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung segera mengambil lima langkah strategis ini:
- Pertama, menyusun masterplan drainase kota sebagai fondasi perencanaan pengelolaan air perkotaan jangka panjang.
- Kedua, melakukan audit kondisi drainase eksisting untuk mengetahui kapasitas saluran, tingkat sedimentasi, serta titik-titik rawan genangan.
- Lalu ketiga, mendorong pembangunan kolam retensi di sejumlah kawasan strategis guna menampung limpasan air saat curah hujan tinggi.
- Selanjutnya keempat, mengintegrasikan sistem drainase dengan kebijakan tata ruang kota, khususnya dalam implementasi rencana tata ruang wilayah.
- Terakhir, kelima, mendorong Pemkot melaksanakan program normalisasi sungai secara berkala, termasuk pengerukan sedimentasi dan penataan kawasan sempadan sungai.
Agus Widodo menegaskan bahwa DPRD sebagai lembaga legislatif memiliki fungsi pengawasan serta penganggaran untuk memastikan program penanganan banjir dapat berjalan secara efektif.
“DPRD siap mendorong dan mendukung langkah-langkah strategis pemerintah kota dalam penanganan banjir, termasuk melalui pembahasan kebijakan dan dukungan anggaran,” Kata dia.



