

Lampung Selatan (updatesiger) — Pembangunan jembatan di ruas penghubung R.A. Basit menuju Jati Agung kembali menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Proyek yang diharapkan dapat memperlancar akses transportasi itu kini dikeluhkan karena dinilai berjalan lambat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
kondisi jembatan masih dalam tahap pengerjaan. Material proyek masih terlihat berada di sekitar badan jalan, sementara akses kendaraan di titik pembangunan terpantau sempit dan licin, terutama setelah diguyur hujan.
Sejumlah warga menyebut pekerjaan di lokasi tampak minim aktivitas dalam beberapa pekan terakhir sehingga memunculkan anggapan proyek mengalami keterlambatan.
“Sudah lebih dari dua bulan belum selesai. Warga berharap cepat rampung karena jalan ini ramai dilalui setiap hari,” ujar seorang warga kepada awak media.
Keluhan juga datang dari para pengendara yang rutin melintas di jalur tersebut. Mereka menilai kondisi jalan sementara yang belum stabil meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua dan pelajar yang melintas pada pagi hari.
“Kalau hujan jalannya licin dan berbahaya. Sudah ada beberapa pengendara jatuh. Kami berharap pengerjaan dipercepat,” kata Santo, seorang pengendara yang hendak mengantar anaknya ke sekolah.
Selain persoalan keselamatan, keterlambatan penyelesaian proyek juga dinilai berdampak terhadap mobilitas masyarakat. Ruas jalan tersebut diketahui menjadi salah satu jalur penghubung aktivitas warga menuju kawasan pendidikan, permukiman, hingga akses ekonomi masyarakat sekitar.
Namun demikian, berdasarkan dokumen proyek yang diperoleh media, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan penanganan darurat gorong-gorong ruas Karang Sari–batas Bandar Lampung (Jalan R.A. Basyid) yang berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan.
Dalam dokumen itu tercantum nomor SAMK: SAMK/09/BM/IV.04/2026 tertanggal 2 April 2026 dengan waktu pelaksanaan selama 90 hari kalender dan pelaksana proyek oleh CV. Telegai�.
Dengan masa kerja 90 hari kalender, proyek tersebut secara administratif masih berada dalam rentang waktu pelaksanaan. Meski demikian, warga berharap pihak pelaksana maupun pemerintah daerah dapat meningkatkan percepatan pekerjaan serta memperhatikan aspek keselamatan pengguna jalan selama proses pembangunan berlangsung.
Warga juga meminta adanya langkah antisipasi sementara, seperti pemasangan rambu peringatan tambahan, penerangan di sekitar proyek, hingga pengaturan jalur lalu lintas agar risiko kecelakaan dapat diminimalisir.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait mengenai progres pekerjaan, kendala di lapangan, serta target penyelesaian pembangunan jembatan tersebut.
Berita ini dibuat Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu (6/5/2026) jam 10:40 wib, kondisi jembatan masih dalam tahap pengerjaan(*)



