
Lampung Selatan (Updatesiger) — Proyek perbaikan gorong-gorong sekaligus pembangunan jembatan pada ruas Jalan R.A. Basyid yang menghubungkan kawasan Jati Agung dengan Bandar Lampung kembali menjadi sorotan masyarakat. Hingga Selasa (26/5/2026), pekerjaan di lokasi masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera rampung, memicu keluhan warga serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut.
Jalan R.A. Basyid merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan wilayah permukiman, kawasan pendidikan, pusat aktivitas ekonomi, hingga perbatasan Kabupaten Lampung Selatan dengan Kota Bandar Lampung. Karena itu, keterlambatan penyelesaian proyek dinilai berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi jembatan masih dalam tahap pengerjaan. Material proyek masih tampak menumpuk di sekitar badan jalan, sementara ruang lalu lintas yang tersedia sangat terbatas. Pengendara yang melintas harus berhati-hati karena akses sementara relatif sempit, berlumpur, dan menjadi licin saat hujan turun.
Situasi tersebut diperparah dengan penerapan sistem buka-tutup lalu lintas yang menyebabkan antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Saat ini kendaraan roda dua masih dapat melintas secara bergantian, sedangkan pengguna kendaraan roda empat harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh untuk mencapai tujuan mereka.
Sejumlah warga mengaku kecewa karena proyek yang telah berjalan sejak akhir April lalu belum juga selesai. Minimnya aktivitas pekerja yang terlihat di lokasi dalam beberapa pekan terakhir memunculkan dugaan adanya perlambatan pekerjaan.
“Sudah lebih dari dua bulan belum selesai. Padahal jalan ini ramai dilalui warga setiap hari. Kami berharap pengerjaan bisa dipercepat agar aktivitas masyarakat kembali normal,” ujar seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Keluhan serupa disampaikan para pengendara yang rutin menggunakan ruas jalan tersebut. Mereka menilai kondisi jalan darurat yang belum stabil meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pelajar yang berangkat ke sekolah pada pagi hari.
“Kalau hujan jalannya sangat licin dan berbahaya. Sudah ada beberapa pengendara yang terjatuh. Kami berharap pengerjaan bisa lebih cepat dan keselamatan pengguna jalan diperhatikan,” kata Santo, salah seorang pengendara.
Selain menimbulkan risiko keselamatan, lambatnya penyelesaian proyek juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga. Distribusi barang, perjalanan menuju tempat kerja, hingga akses menuju fasilitas pendidikan menjadi terganggu akibat terbatasnya jalur yang dapat digunakan.
Di tengah keluhan masyarakat, berdasarkan dokumen proyek yang diperoleh media, pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Penanganan Darurat Gorong-Gorong Ruas Karang Sari–Batas Bandar Lampung (Jalan R.A. Basyid) yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lampung Selatan.
Dokumen tersebut mencantumkan Nomor SAMK/09/BM/IV.04/2026 tertanggal 2 April 2026 dengan masa pelaksanaan selama 90 hari kalender. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV. Telegai sebagai kontraktor pelaksana.
Secara administratif, proyek tersebut masih berada dalam rentang waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Namun demikian, kondisi di lapangan tetap menjadi perhatian masyarakat karena akses jalan yang terbatas dan tingginya intensitas kendaraan yang melintas setiap hari.
Warga berharap pemerintah daerah bersama pihak pelaksana dapat meningkatkan percepatan pekerjaan agar proyek segera selesai sesuai target. Selain itu, masyarakat meminta adanya langkah mitigasi keselamatan yang lebih maksimal selama proses pembangunan berlangsung, seperti pemasangan rambu-rambu peringatan tambahan, penerangan di area proyek pada malam hari, serta pengaturan arus lalu lintas yang lebih efektif.
Sorotan publik terhadap proyek ini juga semakin menguat setelah beredar informasi mengenai adanya pengendara yang mengaku mendapat teguran dari pekerja saat mencoba mendokumentasikan kondisi dan progres pembangunan di lokasi. Peristiwa tersebut menambah perhatian masyarakat terhadap transparansi pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran pemerintah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait progres pekerjaan, kendala teknis yang dihadapi di lapangan, maupun target penyelesaian pembangunan secara rinci.
Masyarakat berharap pemerintah segera memberikan penjelasan terbuka mengenai perkembangan proyek tersebut, mengingat Jalan R.A. Basyid merupakan jalur strategis yang menjadi urat nadi penghubung aktivitas warga antara Jati Agung dan Bandar Lampung. Dengan percepatan pekerjaan dan pengawasan yang optimal, proyek ini diharapkan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengorbankan aspek keselamatan pengguna jalan.(**)




